Budaya, Interaksi dengan Kitab Suci

Menceritakan Kisah Allah

Cerita memiliki kekuatan yang besar. Lebih dari sekadar hiburan, sebuah cerita mampu membungkus kebenaran dalam bentuk yang menarik dan tidak mengancam, sehingga dapat menembus prasangka dan keyakinan yang sudah terbentuk serta menyentuh hati dan pikiran. Ketika firman Tuhan dibagikan dalam bentuk kisah, orang dapat melihat bagaimana kebenaran itu terhubung dengan kehidupan sehari-hari mereka dan menjawab kebutuhan terdalam yang mereka miliki.

Ketika firman Tuhan dibagikan dalam bentuk kisah, orang dapat melihat bagaimana kebenaran itu terhubung dengan kehidupan sehari-hari mereka dan menjawab kebutuhan terdalam yang mereka miliki.

Ketika firman Tuhan disampaikan sebagai kisah, orang-orang melihat kaitannya dengan hidup mereka sehari-hari dan menemukan bahwa kisah itu berbicara kepada kebutuhan terdalam mereka.

Selama 25 tahun terakhir, Kathy -- bersama suaminya dan kedua anak mereka -- telah melayani berbagai kelompok masyarakat melalui pekerjaan terjemahan dan penyampaian kisah secara lisan. Dia pertama kali mengenal metode penyampaian kisah Alkitab secara kronologis pada tahun 2005 dan kini melayani sebagai konsultan keterlibatan Kitab Suci yang sedang menjalani masa pelatihan.

Kathy berkata, "Hampir semua kelompok masyarakat yang belum terjangkau di dunia adalah komunikator lisan. Bekerja di bidang ini sungguh menyenangkan. Ketika Anda pergi dan menceritakan kisah Alkitab, tidak ada yang bereaksi negatif. Bahkan ketika kisah itu bertentangan dengan apa yang sebelumnya mereka pelajari atau dengan sistem keyakinan mereka, orang-orang tetap merespons dengan positif."

Mengapa Cerita Lisan?

Mengapa cerita lisan begitu penting dalam pekerjaan penerjemahan Alkitab?

Banyak komunitas tempat Kathy melayani memiliki budaya bertutur yang kuat. Bahkan orang-orang yang mampu membaca sering kali lebih menikmati mendengarkan kisah Alkitab daripada membacanya sendiri.

"Banyak orang terpelajar di negara ini tidak memiliki buku di rumah atau jarang meluangkan waktu untuk membaca," jelas Kathy. "Kami memiliki seorang teman yang lulusan perguruan tinggi dan bekerja sebagai guru. Dia pernah menerima sebuah Alkitab dan hanya membalik-balik halamannya, tetapi baru ketika dia mendengarkan firman Tuhan, hatinya tersentuh dan akhirnya dia menjadi seorang Kristen."

"Kita perlu menemukan cara agar orang benar-benar dapat berinteraksi dengan firman Tuhan dan mengalami perjumpaan yang mengubah hidup," kata Kathy.

"Bahkan Yesus mengajar melalui kisah dan perumpamaan, memakai puisi, dan menggunakan benda-benda sebagai ilustrasi. Dia mengajar dengan cara yang mudah dipahami serta mudah diingat oleh para komunikator lisan."

Kathy menyimpulkan, "Program literasi memang penting, tetapi pada akhirnya hanya akan menjangkau sebagian kecil orang di komunitas ini. Cerita lisan bukan hanya dapat menumbuhkan minat untuk belajar membaca, tetapi juga memberdayakan para komunikator lisan untuk membagikan Injil."

Cerita lisan pun mampu menembus tempat-tempat yang tidak dapat dijangkau oleh firman Tuhan yang tertulis. "Kami tidak ingin menerjemahkan Alkitab lalu membiarkannya tersimpan di gudang atau hanya berada di situs web dan berharap seseorang menemukannya secara kebetulan. Kita perlu mencari cara agar orang benar-benar dapat berinteraksi dengan firman Tuhan dan mengalami perubahan hidup," kata Kathy.

Cerita Mengubah Pandangan Dunia

Kathy bekerja bersama kelompok bahasa untuk mengembangkan rangkaian kisah Alkitab lisan yang disusun secara kronologis. Dia juga memimpin lokakarya, melatih, serta mendampingi tim-tim lokal dalam proyek bahasa mereka.

Inserted image

Saat ini, Kathy dan timnya sedang menambahkan kisah-kisah dari Perjanjian Lama ke dalam kumpulan yang sudah berisi 25 cerita. Mereka hampir menyelesaikan rangkaian kisah tentang kehidupan Abraham dan Ayub, dan setelah itu akan memulai rangkaian baru mengenai kehidupan Yusuf.

"Orang-orang di sini mengetahui nama tokoh-tokoh itu, tetapi mereka tidak mengetahui kisah Alkitab tentang mereka," kata Kathy. "Pandangan mereka tentang Allah bukanlah Allah yang membuat janji dan menepatinya, Allah yang peduli pada orang biasa -- orang-orang yang dipandang tidak penting oleh dunia. Mereka belum menyadari bahwa Dia memiliki rencana bagi dunia."

Sebuah Kehormatan untuk Diuji

Pekerjaan ini dapat menjadi sangat menantang, tetapi Kathy memandang semuanya sebagai sebuah kehormatan. "Tuhan telah membawa keluarga kami melewati begitu banyak masa sulit selama puluhan tahun. Berkali-kali kami berada dalam situasi yang jauh melampaui kemampuan kami, sesuatu yang tidak sanggup kami hadapi sendiri. Kadang saya menerima tugas baru dan kemudian bertanya dalam hati, 'Mengapa saya setuju melakukannya? Saya bahkan tidak merasa mampu!' Namun, hal itu justru membawa kebaikan, karena saya akhirnya berseru kepada Tuhan, 'Tolong saya!'"

"Merupakan anugerah ketika Tuhan menempatkan kami dalam keadaan yang melebihi kekuatan kami. Kita cenderung ingin mengendalikan segalanya, tetapi kita harus terus belajar bergantung kepada Tuhan ... dan Dia berulang kali memelihara serta menyediakan segala yang kami butuhkan."

"Ketika saya melihat kembali berbagai pilihan hidup yang bisa saja kami ambil, saya tidak menyesal," kata Kathy. "Saya sangat bersyukur bahwa inilah jalan yang kami tempuh. Tidak selalu mudah, tetapi perjalanan ini baik. Kami dibawa ke posisi di mana kami harus memercayai Tuhan sepenuhnya. Kami tidak punya pilihan lain, dan saya sangat bersyukur untuk itu."

(t/Jing-jing)

Diambil dari:
Nama situs : Wycliffe Bible Translators
Alamat artikel : https://www.wycliffe.org/blog/posts/telling-gods-story
Judul asli artikel : Telling God's Story
Penulis artikel : Wycliffe Bible Translators
Memuat data...

Mulai PA Online sekarang!